Direct Marketing & Whatsapp

021-2263-7333 +62 877-7686-8717
Home

/

Blog

/

Break Even Point : Definisi, Manfaat, dan Implementasinya

Business
31 Jul 2023
9 menit baca · 1890 kata

Break Even Point : Definisi, Manfaat, dan Implementasinya

Break Even Point : Definisi, Manfaat, dan Implementasinya

Dalam dunia bisnis, ada satu aspek kritis yang harus dipahami dengan baik oleh para pengusaha dan manajer terkait dengan Break Even Point (BEP) atau titik impas dalam bahasa Indonesia. Titik impas dimana pendapatan total perusahaan sama dengan biaya total, sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Mengetahui dan memahami konsep BEP merupakan langkah penting dalam perencanaan bisnis, pengambilan keputusan investasi, dan penentuan strategi harga. Artikel ini akan mengupas secara mendalam tentang apa itu BEP, bagaimana cara menghitungnya, dan mengapa pengetahuan tentang titik impas ini menjadi kunci bagi kesuksesan dan stabilitas keuangan bisnis Anda.

Definisi Dari Break Even Point 

Break Even Point merupakan suatu titik dimana pendapatan total sama dengan biaya total, sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Dalam istilah akuntansi dan manajemen keuangan, BEP mengindikasikan tingkat penjualan atau volume produksi minimum yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Pada titik ini, semua biaya tetap dan variabel telah tercakup, sehingga setiap penjualan tambahan akan berkontribusi langsung pada keuntungan perusahaan. Break even point merupakan alat penting dalam perencanaan bisnis, analisis proyek, dan pengambilan keputusan investasi. Dengan mengetahui break-even point, manajer dapat menilai risiko bisnis, menentukan harga jual yang tepat, serta mengenali kapan perusahaan akan mencapai titik impas dan mulai mencapai laba bersih.

Dalam mencapai BEP, perusahaan harus mengidentifikasi struktur biayanya, termasuk biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah terlepas dari volume produksi atau penjualan, seperti sewa gedung dan gaji manajer. Sementara itu, biaya variabel berfluktuasi sejalan dengan peningkatan atau penurunan volume produksi atau penjualan, misalnya bahan baku dan biaya produksi langsung. Dengan memahami struktur biaya ini, perusahaan dapat menghitung menggunakan rumus BEP yang sederhana, yaitu dengan membagi biaya tetap oleh selisih antara harga jual per unit dengan biaya variabel per unit. Melalui analisis BEP, perusahaan dapat merumuskan strategi yang tepat untuk mencapai stabilitas keuangan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Manfaat Dari Break Even Point

Break Even Point merupakan salah satu alat analisis keuangan yang penting bagi perusahaan. BEP dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah unit yang harus dijual untuk menutup biaya perusahaan. BEP juga dapat digunakan untuk menentukan tingkat produksi yang optimal untuk perusahaan.

Berikut adalah beberapa manfaat dari analisis BEP:

- Memperkirakan jumlah unit yang harus dijual untuk menutup biaya perusahaan. 

Mengetahui BEP, perusahaan dapat memperkirakan jumlah unit yang harus dijual untuk menutup biaya perusahaan. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk menentukan target penjualan dan membuat rencana produksi yang lebih realistis.

- Menentukan tingkat produksi yang optimal untuk perusahaan. 

BEP juga dapat digunakan untuk menentukan tingkat produksi yang optimal untuk perusahaan. Dengan mengetahui BEP, perusahaan dapat menentukan jumlah unit yang harus diproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

- Mengetahui dampak perubahan harga jual, biaya tetap, dan biaya variabel terhadap laba perusahaan.

BEP dapat digunakan untuk mengetahui dampak perubahan harga jual, biaya tetap, dan biaya variabel terhadap laba perusahaan. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam hal penetapan harga, strategi produksi, dan efisiensi biaya.

- Membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain.

BEP juga dapat digunakan untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk mengetahui posisinya di industri dan membuat strategi yang lebih kompetitif.

- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. 

Memahami BEP, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi biaya variabel, meningkatkan harga jual, atau meningkatkan efisiensi produksi.

Memahami manfaat dari BEP, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kinerjanya.

Tujuan Dari Break Even Point

Berikut adalah beberapa contoh tujuan dari break even point:

1. Suatu perusahaan merencanakan untuk memulai proyek baru:

Menggunakan analisis BEP, manajer dapat menentukan berapa banyak produk atau layanan yang perlu dijual agar proyek tersebut mencapai titik impas. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memastikan bahwa proyek tersebut akan menghasilkan keuntungan setelah mencapai BEP, sehingga dapat dianggap layak untuk dilaksanakan.

2. Penentuan Harga Produk:

Sebuah perusahaan manufaktur ingin menentukan harga jual yang tepat untuk produk baru mereka. Dengan mengetahui biaya produksi dan biaya operasional, serta BEP, mereka dapat menghitung markup yang sesuai untuk mencapai titik impas. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan harga yang akan memungkinkan perusahaan mencapai keuntungan setelah mencapai BEP.

3. Evaluasi Efisiensi Produksi: 

Suatu perusahaan ingin meningkatkan efisiensi produksi mereka. Dengan memahami BEP, manajer dapat menilai berapa banyak produksi yang harus ditingkatkan agar biaya produksi per unit dapat ditekan dan mencapai titik impas lebih cepat. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mencapai efisiensi operasional dan mengoptimalkan keuntungan.

4. Perencanaan Keuangan:

Sebuah bisnis berencana untuk melakukan ekspansi atau investasi besar. Memperhitungkan BEP, perusahaan dapat mengevaluasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kembali modal yang diinvestasikan dan mencapai titik impas dalam waktu yang wajar. Tujuan dari analisis ini adalah untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan mengelola risiko investasi.

5. Evaluasi Alternatif Bisnis: 

Seorang wirausaha memiliki beberapa rencana bisnis dan ingin memilih yang paling menguntungkan. Menganalisis break-even point untuk setiap rencana, dia dapat membandingkan tingkat risiko dan potensi keuntungan dari masing-masing alternatif. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memilih rencana bisnis yang paling layak dan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Secara umum, tujuan dari Break Even Point yaitu untuk membantu perusahaan maupun individu untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan perencanaan bisnis, pengelolaan biaya, penetapan harga, serta evaluasi keuangan.

Baca juga:

https://vcloudproperty.com/blog/cmo/

Pembentuk Dari Break Even Point

BEP bisa digunakan untuk memperkirakan jumlah unit yang harus dijual untuk menutup biaya perusahaan. BEP juga bisa dipakai untuk menentukan tingkat produksi yang optimal di perusahaan.

Ada tiga faktor yang membentuk BEP, yaitu:

  • Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah seiring dengan perubahan jumlah unit yang dijual. Biaya tetap dapat berupa biaya sewa, gaji karyawan, biaya listrik, dan biaya lainnya yang tidak berubah meskipun jumlah unit yang dijual berubah.
  • Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan jumlah unit yang dijual. Biaya variabel dapat berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya lainnya yang berubah meskipun jumlah unit yang dijual berubah.
  • Harga jual adalah harga yang ditetapkan oleh perusahaan untuk produk atau jasanya. Harga jual harus lebih tinggi dari biaya variabel per unit agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan.

BEP bisa dihitung dengan memakai rumus BEP sebagai berikut:

Break Even Point  (BEP) = Biaya tetap / (Harga jual - Biaya variabel)

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki biaya tetap sebesar Rp100.000, harga jual per unit sebesar Rp5.000, dan biaya variabel per unit sebesar Rp2.000. Maka BEP perusahaan tersebut adalah:

Break Even Point (BEP) = Rp100.000 / (Rp5.000 - Rp2.000) = 20 unit

Artinya, perusahaan tersebut harus menjual 20 unit produk untuk menutup biaya perusahaan. Jika perusahaan dapat menjual lebih dari 20 unit produk, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Jika perusahaan hanya dapat menjual kurang dari 20 unit produk, maka perusahaan akan mengalami kerugian.

Memahami faktor-faktor yang membentuk BEP, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kinerjanya.

Contoh Rumus Break Even Point

Rumus Break Even Point adalah senjata penting dalam gudang alat analisis keuangan. Saat menghadapi tantangan bisnis yang beragam, memahami titik impas menjadi faktor penentu kesuksesan dan kelangsungan finansial perusahaan Anda. Menggunakan rumus ini, Anda akan dapat mengidentifikasi angka kritis yang harus dicapai agar perusahaan tidak merugi dan mampu meraih keuntungan. Mari kita telusuri lebih lanjut tentang rumusan BEP dan bagaimana penggunaannya akan membawa dampak positif bagi bisnis Anda. Berikut ini cara menghitung BEP : 

Tentu, berikut adalah beberapa contoh rumusan BEP:

  • BEP dalam unit

Break Even Point (BEP) = Biaya tetap / (Harga jual - Biaya variabel)

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki biaya tetap sebesar Rp100.000, harga jual per unit sebesar Rp5.000, dan biaya variabel per unit sebesar Rp2.000. Maka BEP perusahaan tersebut adalah:

BEP = Rp100.000 / (Rp5.000 - Rp2.000) = 20 unit

Artinya, perusahaan tersebut harus menjual 20 unit produk untuk menutup biaya perusahaan. Jika perusahaan dapat menjual lebih dari 20 unit produk, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Jika perusahaan hanya dapat menjual kurang dari 20 unit produk, maka perusahaan akan mengalami kerugian.

  • BEP dalam rupiah

Break Even Point = BEP dalam unit x Harga jual

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki BEP dalam unit sebesar 20 unit dan harga jual per unit sebesar Rp5.000. Maka BEP perusahaan tersebut dalam rupiah adalah:

BEP = 20 unit x Rp5.000 = Rp100.000

Artinya, perusahaan tersebut harus mendapatkan pendapatan sebesar Rp100.000 untuk menutup biaya perusahaan. Jika perusahaan dapat mendapatkan pendapatan lebih dari Rp100.000, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Jika perusahaan hanya dapat mendapatkan pendapatan kurang dari Rp100.000, maka perusahaan akan mengalami kerugian.

  • BEP dalam Harga

BEP dalam harga = BEP dalam unit x Harga jual

Keterangan:

  • BEP dalam unit adalah jumlah unit yang harus dijual untuk menutup biaya perusahaan.
  • Harga jual adalah harga yang ditetapkan oleh perusahaan untuk produk atau jasanya.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki BEP dalam unit sebesar 20 unit dan harga jual per unit sebesar Rp5.000. Maka BEP perusahaan tersebut dalam harga adalah:

BEP dalam harga = 20 unit x Rp5.000 = Rp100.000

Artinya, perusahaan tersebut harus mendapatkan pendapatan sebesar Rp100.000 untuk menutup biaya perusahaan. Jika perusahaan dapat mendapatkan pendapatan lebih dari Rp100.000, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Jika perusahaan hanya dapat mendapatkan pendapatan kurang dari Rp100.000, maka perusahaan akan mengalami kerugian.

Hal Yang Bisa Meningkatkan Break Even Point

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan break even point (BEP) perusahaan, yaitu:

  • Meningkatnya harga jual. Jika harga jual produk atau jasa perusahaan meningkat, maka perusahaan akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar. Hal ini akan menyebabkan BEP perusahaan juga meningkat.
  • Menurunnya biaya variabel. Jika biaya variabel perusahaan menurun, maka perusahaan akan membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk memproduksi produk atau jasanya. Hal ini akan menyebabkan BEP perusahaan juga menurun.
  • Meningkatnya volume penjualan. Jika volume penjualan perusahaan meningkat, maka perusahaan akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar. Hal ini akan menyebabkan BEP perusahaan juga meningkat.
  • Meningkatkan efisiensi produksi. Jika perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksinya, maka perusahaan akan membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk memproduksi produk atau jasanya. Hal ini akan menyebabkan BEP perusahaan juga menurun.
  • Meningkatnya pangsa pasar. Jika perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasarnya, maka perusahaan akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar. Hal ini akan menyebabkan BEP perusahaan juga meningkat.

Dengan memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan BEP, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kinerjanya.

Kesimpulan

Kesimpulan dari penjelasan artikel tentang break even point adalah bahwa konsep ini merupakan salah satu alat penting dalam analisis keuangan dan perencanaan bisnis. Break even point menggambarkan titik dimana pendapatan total sama dengan biaya total, dan pada titik ini perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

Melalui analisis break even point, perusahaan dapat mencapai beberapa tujuan yang krusial. Pertama, mereka dapat menentukan target penjualan atau produksi yang harus dicapai agar mencapai titik impas, sehingga dapat merencanakan keuangan dengan lebih baik. Kedua, pengetahuan tentang break even point memungkinkan perusahaan untuk menetapkan harga jual yang tepat, sehingga dapat menutupi biaya dan mencapai laba bersih. Ketiga, analisis ini membantu mengidentifikasi risiko bisnis, dan perusahaan dapat membuat keputusan strategis yang cerdas untuk mengoptimalkan kinerja operasional.

Memahami rumusan break even point, pengusaha dan manajer dapat memperoleh wawasan yang mendalam tentang stabilitas keuangan bisnis, efisiensi operasional, serta proyeksi keuntungan di masa depan. Penting untuk menggunakan rumusan ini sebagai salah satu alat dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih bijaksana, sehingga perusahaan dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan sukses dalam lingkungan bisnis yang penuh tantangan.

Tingkatkan produktivitas dan keuntungan Anda dengan Software vCLoudProperty+ dari Virtual Properti Plus. Dapatkan kontrol penuh atas properti Anda dan nikmati manfaatnya sekarang juga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan jadilah pemimpin dalam industri properti dengan solusi manajemen & penjualan properti terbaik.


Tertarik dengan vCloudProperty+?

Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim kami.

Artikel Terkait

Solusi vCloudProperty+ untuk Topik Ini

vCloudProperty+ adalah aplikasi manajemen properti & ERP properti berbasis cloud untuk developer, pengelola gedung, dan bisnis properti di Indonesia.

vAccounting+ — akuntansi & keuangan propertiHarga Berlangganan — skema langganan fleksibel, unlimited user