Direct Marketing & Whatsapp

021-2263-7333 +62 877-7686-8717
Home

/

Blog

/

Inilah Cara Membuat Jurnal Penutup Lengkap Dengan Contoh

Business
22 Aug 2023
15 menit baca · 3041 kata

Inilah Cara Membuat Jurnal Penutup Lengkap Dengan Contoh

Inilah Cara Membuat Jurnal Penutup Lengkap Dengan Contoh

Setiap transaksi keuangan melewati siklus akuntansi: proses multi-langkah yang mencatat, merangkum, dan mengatur transaksi Anda ke dalam laporan keuangan. Sesudah sebagian besar siklus berakhir serta laporan keuangan dibikin, terdapat langkah akhir di proses yang terkenal dengan menutup pembukuan Anda. Tutup buku akuntansi Anda terdapat dari membuat jurnal penutup untuk mentransfer saldo akun sementara ke akun permanen bisnis. 

Saat ini, apabila Anda telah mengetahui akuntansi, Anda mungkin mempunyai berbagai pertanyaan. Apa itu akun sementara? Kemudian Anda bisa memakai akun-akun tersebut digunakan membuat jurnal penutup yang tepat? Mengapa jurnal itu dibutuhkan pada awal? maka itulah lebih tepatnya yang dijawab dalam panduan ini yaitu inilah cara membuat jurnal lengkap dengan contohnya untuk bisnis Anda. 

Pengertian Jurnal Penutup 

Jurnal penutup yaitu jurnal yang dibuat di akhir masa akuntansi, yang mentransfer saldo akun sementara ke akun permanen.

Tujuan dari entri penutup adalah untuk menggabungkan akun Anda sehingga Anda dapat menentukan laba ditahan Anda. Laba ditahan mewakili jumlah yang dimiliki bisnis Anda setelah membayar pengeluaran dan dividen untuk jangka waktu tertentu.

Periode waktu ini, disebut periode akuntansi, biasanya mencerminkan satu tahun fiskal. Namun, bisnis Anda juga bebas menangani entri penutupan bulanan, triwulanan, atau setiap enam bulan.

Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup

Jurnal penutup yaitu jurnal yang dibikin di akhir masa akutansi dalam menutup akun-akun nominal. Akun nominal adalah akun yang mencatat pendapatan, biaya, dan laba rugi. Akun nominal ditutup pada akhir periode akuntansi untuk memindahkan saldonya ke akun permanen, yaitu akun neraca.

Tujuan dan fungsi jurnal penutup adalah:

  • Memindahkan saldo akun nominal ke akun permanen, yaitu akun neraca. 

Akun nominal ditutup pada akhir periode akuntansi untuk memindahkan saldonya ke akun permanen, yaitu akun neraca. Hal ini dilakukan agar akun nominal dapat digunakan kembali untuk mencatat transaksi pada periode akuntansi berikutnya.

  • Mempersiapkan buku besar untuk periode akuntansi berikutnya. 

Jurnal penutup memiliki fungsi agar menyiapkan buku besar agar masa akuntansi pada berikutnya. Hal ini dijalankan dengan menghapus saldo akun nominal dari buku besar, maka buku besar tersebut berisi saldo akun permanen yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan di masa waktu akuntansi berikutnya. 

  • Mendapatkan laporan keuangan yang tepat.

Jurnal penutup mendapatkan hasil laporan keuangan yang tepat. Maka itu, jurnal penutup memindahkan saldo akun nominal pada akun nominal permanen, maka ada saldo akun permanen yang bisa dipakai dalam menyusun laporan keuangan. Saldo akun nominal yang tidak ditutup akan ikut terbawa ke laporan keuangan periode akuntansi berikutnya, sehingga akan membuat laporan keuangan menjadi tidak benar dan tepat.

Jurnal penutup hasil dari para akuntan di akhir masa waktu akuntansi. Entri penutup harus dibuat dengan teliti dan akurat agar laporan keuangan yang dihasilkan juga akurat.

Akun Sementara vs Permanen

Akun sementara mencakup tiga akun:

  - Pendapatan

  - Pengeluaran

  - Dividen

Akun dianggap “sementara” jika akun tersebut hanya mengakumulasikan transaksi selama satu periode akuntansi. Rekening sementara ditutup atau dikosongkan agar saldonya tidak tercampur dengan saldo tahun berikutnya.

Akun permanen merupakan akun neraca, yang meliputi:

- Aktiva

  - Kewajiban

  - Ekuitas pemilik (atau laba ditahan)

Akun-akun ini memiliki saldo yang berjangka waktu satu tahun. Dengan kata lain, mereka mewakili keuangan jangka panjang bisnis Anda.

Saat membuat jurnal penutup, saldo akun pendapatan, beban, dan dividen dipindahkan ke akun permanen laba ditahan. Jika Anda memiliki kepemilikan perseorangan, Anda harus menutup akun sementara ke ekuitas pemilik, bukan laba ditahan.

Akun Ikhtisar Pendapatan

Seperti disebutkan, salah satu cara membuat jurnal penutup adalah dengan menutup langsung saldo sementara ke akun ekuitas atau laba ditahan.

Ada juga cara kedua: membuat akun perantara yang disebut ringkasan pendapatan.

Ringkasan laba rugi adalah akun sementara yang memuat saldo akun laporan laba rugi: pendapatan dan beban. Pengeluaran dividen tidak termasuk, karena langsung ditutup ke laba ditahan. Mengapa?

Ya, dividen bukan bagian dari laporan laba rugi karena tidak dianggap sebagai beban operasional.

Sebaliknya, sebagai bentuk distribusi akumulasi pendapatan perusahaan, dividen diperlakukan sebagai distribusi ekuitas bisnis.

Maka dengan demikian, ikhtisar laba rugi untuk sementara hanya memuat saldo pendapatan dan beban.

Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa akun ini hanya bertujuan untuk menutup buku, dan karenanya tidak dicatat dalam laporan akuntansi dan memiliki saldo nol pada akhir proses penutupan.

Metode Dalam Mencatat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Mencatat jurnal penutup adalah bagian penting dari proses akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan dagang untuk menutup siklus akuntansi pada akhir periode akuntansi, seperti bulan atau tahun fiskal. Jurnal penutup membantu mengalihkan saldo akun pendapatan, biaya, dan dividen ke akun ekuitas dan persiapan untuk memulai periode akuntansi baru dengan saldo yang bersih. Berikut adalah langkah-langkah umum dan metode yang digunakan untuk mencatat entri penutup perusahaan dagang:

1. Identifikasi Akun yang Akan Ditutup: 

Langkah pertama adalah mengidentifikasi akun-akun yang perlu ditutup. Ini biasanya termasuk akun pendapatan, biaya, dan akun dividen.

2. Persiapkan Jurnal Penutup: 

Buat entri jurnal penutup untuk setiap akun yang akan ditutup. Pada dasarnya, Anda akan membuat pasangan entri jurnal yang sama untuk menghapus saldo akun dan memindahkannya ke akun ekuitas atau akun pendapatan atau biaya terkait.
Contoh:

  • Untuk menutup akun pendapatan: Kredit akun Pendapatan dan Debit akun Pendapatan Sementara.
  • Untuk menutup akun biaya: Debit akun Biaya Sementara dan Kredit akun Biaya.
  • Untuk menutup akun dividen: Debit akun Dividen dan Kredit akun Dividen Sementara.

3. Hitung Saldo Akhir:

 Setelah entri jurnal penutup dibuat, hitung saldo akhir dari setiap akun yang terlibat dalam proses penutupan.

4. Buat Jurnal Penyesuaian: 

Jika ada akun-akun yang memerlukan penyesuaian pada akhir periode, seperti penyusutan aset atau cadangan kerugian piutang, Anda harus membuat entri jurnal penyesuaian terlebih dahulu sebelum mencatat jurnal penutup.

5. Catat Jurnal Penutup: 

Setelah semua entri jurnal penyesuaian telah dicatat, masukkan entri penutup ke dalam buku besar perusahaan Anda.

6. Hitung Saldo Akhir Akun Ekuitas: 

Setelah mencatat jurnal penutup, hitung saldo akhir dari akun Ekuitas. Saldo akun ekuitas akan mencerminkan laba bersih atau rugi bersih yang diperoleh selama periode tersebut.

7. Persiapan untuk Periode Selanjutnya: 

Setelah mencatat jurnal penutup, Anda telah mempersiapkan buku besar untuk memulai periode akuntansi baru. Saldo akun pendapatan dan biaya telah dihapus, dan saldo akun ekuitas akan menjadi awal yang benar untuk periode berikutnya.

Penting untuk dicatat bahwa proses dan detailnya dapat berbeda tergantung pada struktur akuntansi dan perangkat lunak akuntansi yang digunakan oleh perusahaan Anda. Dalam prakteknya, menggunakan perangkat lunak akuntansi yang baik juga dapat mempermudah proses pencatatan entri penutup dan mengurangi peluang kesalahan manusia

Contoh dan Cara Membuat Jurnal Penutup

Tahapan penutupan akuntansi menjadi momen penting dalam siklus akuntansi suatu perusahaan dagang. Entri penutup adalah alat yang efektif untuk mengalihkan saldo-saldo akun pendapatan, biaya, dan dividen ke dalam akun ekuitas, mempersiapkan perusahaan untuk memulai periode akuntansi baru dengan saldo akun yang bersih. Mari kita lihat contoh praktis tentang bagaimana cara membuat entri penutup untuk mengilustrasikan proses ini dengan lebih baik.

1. Jurnal Penutup untuk Akun Pendapatan

Dalam dunia akuntansi, penutupan akun pendapatan adalah langkah penting yang dilakukan pada akhir periode akuntansi untuk memastikan bahwa semua pendapatan telah dihitung dengan benar dan untuk mempersiapkan perusahaan dalam memulai periode akuntansi baru dengan buku besar yang bersih.

 Proses ini melibatkan transfer saldo dari akun pendapatan ke dalam akun sementara yang disebut "Pendapatan Sementara" atau "Ikhtisar Laba Rugi." Dengan menggunakan entri penutup, perusahaan dapat memisahkan pendapatan yang telah diakumulasi selama periode tertentu dan mempersiapkan laporan keuangan yang akurat. 

Mari kita jelajahi lebih dalam tentang langkah-langkah yang terlibat dalam mencatat entri penutup untuk akun pendapatan dan bagaimana proses ini berkontribusi pada keakuratan laporan keuangan perusahaan.

Berikut adalah contoh lengkap tentang bagaimana membuat entri penutup untuk akun pendapatan pada akhir periode akuntansi:

Data Awal:

  • Saldo Akun Pendapatan:Rp 10,000
  • Saldo Akun Pendapatan Sementara: Rp 0

Langkah-langkah Membuat Jurnal Penutup untuk Akun Pendapatan:

1. Identifikasi Akun yang Akan Ditutup:

  • Akun Pendapatan

2. Persiapkan Jurnal Penutup untuk Akun Pendapatan:

  • Menutup Akun Pendapatan:
    • Kredit: Akun Pendapatan
    • Debit: Akun Pendapatan Sementara
    • Jumlah: Rp 10,000

3. Catat Jurnal Penutup untuk Akun Pendapatan: 

Catat entri jurnal penutup untuk akun pendapatan ke dalam buku besar perusahaan Anda:

TanggalAkunDebitKredit
Akhir BulanPendapatan SementaraRp 10,000
PendapatanRp 10,000
Total:Rp 10,000

4. Hitung Saldo Akhir Akun Ekuitas:

  • Saldo Akun Ekuitas Awal: Misalnya, Rp 15,000
  • Laba Bersih (Pendapatan - Biaya): Dalam contoh ini, Rp10,000
  • Saldo Akun Dividen: Misalnya, Rp1,000
  • Saldo Akun Ekuitas Akhir: Rp15,000 + Rp10,000 - Rp1,000 = Rp24,000

Mencatat jurnal penutup untuk akun pendapatan, perusahaan Anda telah mengalihkan saldo pendapatan ke akun pendapatan sementara dan secara efektif mempersiapkan buku besar untuk memulai periode akuntansi baru. Pastikan untuk mengadaptasi langkah-langkah ini sesuai dengan kondisi akuntansi yang berlaku di perusahaan Anda.

2. Jurnal Penutup untuk Akun Beban

Dalam proses akuntansi, penutupan akun beban adalah tahap kritis yang terjadi pada akhir periode pelaporan. Tujuan utama dari entri penutup untuk akun beban adalah untuk memastikan bahwa semua biaya dan pengeluaran telah dicatat dengan benar selama periode akuntansi tertentu.

 Langkah-langkah yang terstruktur, perusahaan dapat mengalokasikan biaya-biaya ini dengan akurat dan mempersiapkan diri untuk memulai periode baru dengan laporan keuangan yang bersih dan akurat. 

Melalui penggunaan metode akuntansi ini, perusahaan dapat merinci dengan jelas berbagai biaya yang telah terjadi selama periode laporan, memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan yang lebih informasional dan berdasarkan data yang sah. 

Mari kita jelajahi lebih lanjut tentang bagaimana entri penutup untuk akun beban dilakukan dan bagaimana kontribusinya terhadap keakuratan pelaporan keuangan perusahaan.

Berikut adalah contoh lengkap tentang bagaimana membuat entri penutup untuk akun biaya (beban) pada akhir periode akuntansi:

Data Awal:

  • Saldo Akun Biaya: Rp 6,000
  • Saldo Akun Biaya Sementara: Rp 0

Langkah-langkah Membuat Jurnal Penutup untuk Akun Biaya:

1. Identifikasi Akun yang Akan Ditutup:

  • Akun Biaya

2. Persiapkan Jurnal Penutup untuk Akun Biaya:

  • Menutup Akun Biaya:
    • Debit: Akun Biaya
    • Kredit: Akun Biaya Sementara
    • Jumlah: Rp 6,000

3. Catat Jurnal Penutup untuk Akun Biaya: 

Catat entri jurnal penutup untuk akun biaya ke dalam buku besar perusahaan Anda:

TanggalAkunDebitKredit
Akhir BulanBiayaRP 6,000
Biaya SementaraRp 6,000
Total:Rp 6,000

4. Hitung Saldo Akhir Akun Ekuitas:

  • Saldo Akun Ekuitas Awal: Misalnya, Rp 15,000
  • Laba Bersih (Pendapatan - Biaya): Dalam contoh ini, Rp 4,000
  • Saldo Akun Dividen: Misalnya, Rp 1,000
  • Saldo Akun Ekuitas Akhir: Rp 15,000 + Rp 4,000 - Rp 1,000 = Rp 18,000

3. Jurnal Penutup untuk Ikhtisar Laba Rugi

Mencatat jurnal penutup untuk akun biaya, perusahaan Anda telah mengalihkan saldo biaya ke akun biaya sementara dan mempersiapkan buku besar untuk memulai periode akuntansi baru. Pastikan untuk menyesuaikan langkah-langkah ini sesuai dengan situasi akuntansi yang berlaku di perusahaan Anda.

Berikut adalah contoh lengkap tentang bagaimana membuat entri penutup untuk akun Ikhtisar Laba Rugi (Pendapatan Sementara dan Biaya Sementara) pada akhir periode akuntansi:

Data Awal:

  • Saldo Akun Pendapatan Sementara: Rp 10,000
  • Saldo Akun Biaya Sementara: Rp 6,000
  • Saldo Akun Ekuitas Awal: Rp15,000
  • Saldo Akun Dividen: Rp 1,000

Langkah-langkah Membuat Jurnal Penutup untuk Akun Ikhtisar Laba Rugi:

1. Identifikasi Akun yang Akan Ditutup:

  • Akun Pendapatan Sementara
  • Akun Biaya Sementara
  • Akun Dividen

2. Persiapkan Jurnal Penutup untuk Akun Ikhtisar Laba Rugi:

  • Menutup Akun Pendapatan Sementara:
    • Kredit: Akun Pendapatan Sementara
    • Debit: Akun Ekuitas
    • Jumlah: $10,000
  • Menutup Akun Biaya Sementara:
    • Debit: Akun Biaya Sementara
    • Kredit: Akun Ekuitas
    • Jumlah: Rp 6,000
  • Menutup Akun Dividen:
    • Debit: Akun Dividen
    • Kredit: Akun Ekuitas
    • Jumlah: Rp 1,000

3. Catat Jurnal Penutup untuk Akun Ikhtisar Laba Rugi: 

Catat entri jurnal penutup untuk akun ikhtisar laba rugi ke dalam buku besar perusahaan Anda:

TanggalAkunDebitKredit
Akhir BulanPendapatan SementaraRp 10,000
Akhir BulanBiaya SementaraRp 6,000
Akhir BulanDividenRp 1,000
EkuitasRp 17,000
Total:Rp 17,000

4. Hitung Saldo Akhir Akun Ekuitas:

  • Saldo Akun Ekuitas Awal: Rp 15,000
  • Laba Bersih (Pendapatan - Biaya): Rp 10,000 - Rp 6,000 = Rp 4,000
  • Saldo Akun Dividen: Rp 1,000
  • Saldo Akun Ekuitas Akhir: Rp 15,000 + Rp 4,000 - Rp 1,000 = Rp 18,000

Mencatat jurnal penutup untuk akun ikhtisar laba rugi, perusahaan Anda telah mengalihkan saldo pendapatan dan biaya sementara ke akun ekuitas serta mempersiapkan buku besar untuk memulai periode akuntansi baru. Sesuaikan langkah-langkah ini sesuai dengan kondisi akuntansi di perusahaan Anda.

4. Pencatatan ayat jurnal penutup untuk akun prive

Pencatatan ayat entri penutup untuk akun prive adalah langkah penting dalam menjaga kejelasan dan akurasi laporan keuangan perusahaan. Akun prive merujuk pada transaksi atau pengeluaran pribadi yang terkait dengan pemilik atau pemegang saham perusahaan, yang perlu dipisahkan dengan transaksi bisnis perusahaan. 

Mencatat entri penutup khusus untuk akun prive, perusahaan dapat memastikan bahwa transaksi pribadi tersebut terdokumentasi dengan benar dan tidak mempengaruhi laporan keuangan yang berhubungan dengan operasi bisnis. 

Proses ini melibatkan transfer saldo dari akun prive ke dalam akun ekuitas perusahaan, sehingga menjaga integritas laporan keuangan dan memastikan keterpisahan yang jelas antara aktivitas bisnis dan transaksi pribadi. 

Dalam panduan ini, kita akan melihat bagaimana pencatatan entri penutup untuk akun prive dilakukan dengan benar untuk menjaga ketaatan pada prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Berikut adalah contoh pencatatan jurnal penutup untuk akun prive dalam akuntansi perusahaan:

Data Awal:

  • Saldo Akun Prive: Rp 2,000
  • Saldo Akun Ekuitas Awal: Rp 10,000

Langkah-langkah Pencatatan Jurnal Penutup untuk Akun Prive:

1. Identifikasi Akun yang Akan Ditutup:

  • Akun Prive

2. Persiapkan Jurnal Penutup untuk Akun Prive:

  • Menutup Akun Prive:
    • Kredit: Akun Prive
    • Debit: Akun Ekuitas
    • Jumlah: Rp 2,000

3. Catat Jurnal Penutup untuk Akun Prive: 

Catat entri jurnal penutup untuk akun prive ke dalam buku besar perusahaan Anda:

TanggalAkunDebitKredit
Akhir BulanPriveRp 2,000
EkuitasRp 2,000
Total:$2,000


4. Hitung Saldo Akhir Akun Ekuitas:

  • Saldo Akun Ekuitas Awal: Rp 10,000
  • Saldo Akun Prive: Rp 2,000
  • Saldo Akun Ekuitas Akhir: Rp 10,000 - Rp 2,000 = Rp 8,000

Mencatat jurnal penutup untuk akun prive, perusahaan Anda telah mengalihkan saldo akun prive ke akun ekuitas dan mempersiapkan buku besar untuk memulai periode akuntansi baru. Pastikan untuk mengikuti pedoman akuntansi yang berlaku dan berkonsultasi dengan profesional akuntansi jika perlu.

Cara Membuat Jurnal Penutup

Jurnal penutup yang dibuat terkait dari bentuk perusahaan seperti PT, CV, firma, dan perusahaan perseorangan, setiap jenis perusahaan berbeda-beda dan struktur modal 

Jurnal penutup bisa mengatur saldo seluruh akun sementara diantaranya yaitu biaya, devidenke nol untuk masa berikutnya, dan pendapatan.

Berikut ini rangkuman akun baru yang dimasukkan ke entri penutupan:

Nama Akun
Tipe Akun
Pendapatan PenjualanPendapatan
Diskon Penjualan*Pendapatan
Retur Penjualan*Pendapatan
HPPBiaya
Biaya AngkutBiaya

Berikut ini contoh dari alur pembuatan entri penutup di PT Bintang Mas dibuat dari membikin neraca saldo yang telah disesuaikan:

Neraca SaldoDebitKredit
Laba DitahanRp 45.000.000
DevidenRp 11.000.000
Pendapatan PenjualanRp 460.000.000
Diskon PenjualanRp 6.000.000
Retur Penjualan Rp 3.500.000
Pendapatan BungaRp 300.000
HPPRp 300.000.000
Biaya Operasional Rp 30.000.000
Biaya AdministrasiRp 80.000.000
Biaya BungaRp 90.000

Tambahan informasi saldo awal laba ditahan PT Bintang Mas yaitu Rp 300.000.000.

Berikut ini beberapa tahap membuat jurnal penutup: 

1. Contoh Menyudahi tipe akun penjualan memiliki posisi saldo di kredit

Disini Anda akan menyudahi akun pendapatan, mentransfer saldo kredit pada akun pendapatan ke akun kliring yang dikatakan Ringkasan Pendapatan.

Seperti neraca saldo di atas, ada dua akun yang mana terdapat di posisi kredit seperti Pendapatan Penjualan dan Pendapatan Bunga: 

Pendapatan PenjualanRp 460.000.000
Pendapatan BiayaRp 300.000.000
Ringkasan PendapatanRp760. 000.000

2. Contoh menyudahi akun biaya-biaya dan kontra-pendapatan

Cara membikin entri penutup kedua ini yaitu menutup segala rekening biaya dan akun kontra-pendapatan, mentransfer saldo debit pada akun pengeluaran dan akun kontra-pendapatan pada akun ringkasan pendapatan. 

Akun ditutup sepert biaya bunga, retur penjualan, biaya operasional, diskon penjualan, dan biaya administrasi.

Ringkasan PendapatanRp 130.000.000
Diskon PenjualanRp 6.000.000
Retur PenjualanRp 3.500.000
Biaya OperasionalRp 30.000.000
Biaya AdministrasiRp 80.000.000
Biaya BungaRp 90.000

3. Contoh menyudahi akun ringkasan pendapatan ke laba ditahan

Menyelesaikan akun ringkasan pendapatan, lalu mentransfer saldo akun pendapatan menuju akun laba ditahan. 

Sebelumnya, akun ringkasan pendapatan di posisi debit dan kredit harus disesuaikan. Nilai ini harus sama dengan nominal laba atau rugi bersih di laporan laba rugi. 

Ringkasan Pendapatan (760.000.000-130.000.000)
Rp 630.000.000
Laba DitahanRp 630.000.000

4. Contoh jurnal penutup dengan menutup akun dividen ke laba ditahan

Tutup akun Dividen mentransfer saldo debet di akun Dividen ke akun Laba Ditahan. Dividen merupakan penghasilan hak untuk investor sesuai kesepakatan. Oleh karena itu harus dikurangi dari akun ekuitas laba ditahan. 

Laba Ditahan
Rp 11.000.000
DivideRp 11.000.000

5. Contoh laporan laba ditahan

Kemudian,  laporan laba ditahan dapat dibuat seperti ini:

PT Bintang MasLaporan Laba DitahanUntuk Akhir Tahun 2022
Laba Ditahan (1 Januari 2022)Rp 300.000.000
Ditambah: Laba BersihRp 630.000.000
Dikurang: Dividen(Rp 11.000.000)
Laba Ditahan (31 Desember 2021)Rp 456.800.000

Contoh Jurnal Penutup 

Agar Anda dapat lebih mudah mengerti tentang entri penutup, maka ayo lihat contoh jurnal penutup dalam bentuk di bawah ini.

PT Bintang Mas memiliki pendapatan sebesar Rp15.000.000. PT tersebut telah mengeluarkan beberapa biaya, diantaranya:

  • Biaya Gaji dan upah             Rp 8.000.000
  • Biaya sewa perlengkapan             Rp 500.000
  • Biaya Depresiasi Rp 100.000
  • Biaya Utilitas Rp 100.000
  • Biaya Habis Pakai Rp 1.000.000
  • Biaya Asuransi Rp 500.000
  • Beban bunga               Rp 1.000.000

Tak hanya itu, ada laba yang ditahan sebesar Rp10.000.000 dan dividen Rp3.000.000. Buatlah jurnal penutup untuk kasus di atas!

Dibikinya entri penutup seperti itu, maka berakhir pencatatan akuntansi PT Bintang Mas di masa tersebut. 

Pada contoh itu Anda dapat melihat, akun yang membutuhkan entri penutup yaitu akun pendapatan, akun beban, akun ikhtisar/laba rugi, akun prive, serta akun dividen.

Oleh karena itu, beberapa yang mempunyai saldo nol dibikin entri penutup yaitu prive, akun pendapatan, akun beban, dan ikhtisar laba rugi. 

Kesimpulan Dari Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah proses akuntansi yang dilakukan pada akhir periode pelaporan untuk menutup siklus akuntansi dan mempersiapkan buku besar perusahaan untuk memulai periode baru. Langkah-langkah utama dalam jurnal penutup melibatkan mentransfer saldo akun pendapatan, biaya, dan akun prive (jika ada) ke dalam akun ekuitas atau akun sementara yang sesuai.

Kesimpulannya, entri penutup memiliki beberapa tujuan utama:

  1. Pemisahan Pendapatan dan Biaya: Dengan menutup akun pendapatan dan biaya, perusahaan dapat memisahkan informasi pendapatan dan biaya yang relevan dengan periode pelaporan yang berbeda, sehingga laporan keuangan lebih akurat dan informatif.
  2. Persiapan untuk Periode Baru: entri penutup memastikan bahwa perusahaan memulai periode akuntansi baru dengan saldo akun yang bersih, yang mencerminkan kondisi aktual perusahaan. Ini memudahkan pelaporan dan analisis kinerja di masa depan.
  3. Penghitungan Laba Bersih: Melalui entri penutup, laba bersih atau rugi bersih yang diperoleh selama periode akuntansi dapat dihitung dengan benar. Laba bersih ini kemudian akan menjadi awal bagi periode berikutnya.
  4. Mencegah Pengulangan Penyesuaian: Jika ada penyesuaian yang dibuat pada periode sebelumnya, entri penutup membantu mencegah pengulangan penyesuaian yang sama pada periode berikutnya dengan mencatat entri penyesuaian balik (jurnal pembalik).

Memahami dan melaksanakan dengan benar jurnal penutup, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangan mereka akurat, teratur, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.


Tertarik dengan vCloudProperty+?

Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim kami.

Artikel Terkait

Solusi vCloudProperty+ untuk Topik Ini

vCloudProperty+ adalah aplikasi manajemen properti & ERP properti berbasis cloud untuk developer, pengelola gedung, dan bisnis properti di Indonesia.

vAccounting+ — akuntansi & keuangan propertiHarga Berlangganan — skema langganan fleksibel, unlimited user